Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Pelantikan Donald Trump Dijaga 28 Ribu Aparat Keamanan

JUMAT, 20 JANUARI 2017 | 08:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 28 ribu personil keamanan diturunkan untuk mengamankan proses pelantikan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump beberapa jam mendatang.

Personil sebanya itu diturunkan lantaran polisi meramalkan akan ada hampir satu juta orang memadati Washington saat upacara pelantikan di US Capitol dan parade ke Gedung Putih. Mereka terdiri dari massa pendukung dan penentang Trump.

Demonstran penentang Trump diprediksi akan lebih banyak ketimbang pendukungnya. Mereka yang menentang kebanyakan tidak setuju dengan komentar Trump soal perempuan, imigran, dan muslim. Termasuk dengan niat Trum menghapus Obamacare dan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.


Nantinya polisi dikerahkan untuk memisahkan kelompok yang pro dan yang kontra agar tidak terjadi ketegangan yang berujung kerusuhan

"Mereka (pro dan kontra) mungkin tidak bisa bermain bersama dalam satu area," ujar sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (20/1). [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya