Berita

Foto/Net

Politik

Elektabilitas Agus Yudhoyono Teratas, Petahana Di Posisi Buncit

SENIN, 16 JANUARI 2017 | 17:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni jauh di atas para pesaingnya.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB itu meraih dukungan 45,0 persen, sementara pasangan lain tidak lebih dari 24 persen suara.

Begitu hasil pemetaan elektabilitas Pilgub DKI Jakarta 2017 yang dilakukan PT Grup Riset Potensial (GRP) dengan mengambil sampel di 27 kelurahan.


Dalam hasil survei ini, pasangan calon (paslon) nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat elektabilitas 23,5 persen. Sedangkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di peringkat buncit dengan hanya mendapat dukungan sebesar 23,3 persen responden.

"Sementara 8,2 persen responden belum menyatakan pendapatnya," ujar IT and Technical Advisor PT GRP Farit M Afendi saat memaparkan hasil survei tersebut di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/1/).

Dalam survei ini turut dicantumkan hasil prediksi model statistik di seluruh kelurahan di DKI Jakarta. Prediksi dilakukan karena PT GRP menilai bahwa 27 kelurahan yang disurvei telah mewakili beberapa kelurahan lain yang memiliki karakter hampir sama.

Hasilnya, sebanyak 46,4 persen pemilih akan memilih pasangan Agus-Sylvi dan 20,9 persen suara berada di kantong Anies-Sandi. Sementara petahana lagi-lagi berada diurutan buncit dengan 20,4 persen pemilih. Swingvoters sebanyak 12,4 persen.

Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 2.745 responden dari 27 kelurahan. Estimasinya, setiap kelurahan diambil minimal 100 responden. Survei yang menggunakan metode stratified systematic sampling dan model statistika regresi multinominal logit ini memiliki margin of error plus minus 2 persen. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya