Berita

KMSU/Net

Nusantara

KMSU Berharap Roda Pemerintahan Sumut Bersih Di 2017

MINGGU, 15 JANUARI 2017 | 18:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sumatera Utara (Sumut) adalah salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan populasi terbesar keempat. Namun sayang, dengan luas wilayah dan kekayaan alamnya, Sumut baru memiliki APBD Rp 9 triliun.

APBD ini sangat rendah bila dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Misalnya, APBD DKI Jakarta sudah tembus Rp 70 triliun dan APBD Jawa Barat hampir mencapai Rp 29 triliun.

Begitu kata pemerhati sosial Ruslan Tambak dalam diskusi bertajuk "Sinergitas Mahasiswa dengan Pemprov Sumatera Utara dalam Membangun Daerah" yang digelar Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU) Jakarta di Aula PC IMM Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (15/1) malam.


Senior KMSU Jakarta itu melanjutkan, Sumut memiliki lahan perkebunan karet dan sawit yang luas, tapi sayangnya para petani masih banyak yang melarat.

Kompleksitas Sumut semakin diperburuk dengan peredaran narkoba yang masuk lima besar dan termasuk "menyumbangkan" banyak pejabat yang terjerembab masalah korupsi.

"Kita kadang malu di Jakarta ini. Setiap ada kabar dan berita dari Sumut, itu bukan soal perestasi. Tapi kabar yang mengerikan sekaligus menakutkan, yaitu soal pejabat daerahnya terjaring tindak pidana korupsi," urai lulusan pascasarjana UMJ tersebut.

Dijelaskan Ruslan, dua gubernur Sumut yaitu Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho secara berturut-turut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tidak hanya itu, pimpinan dan anggota DPRD Sumut beserta sejumlah bupati dan walikota juga acapkali berhadapan dengan masalah yang sama.

Sebagai putra daerah asli Sumut, Ruslan berharap di tahun 2017 ini para pejabat di Sumut bisa menjalankan roda pemerintahan dengan bersih, akuntabel, dan bersinergi. Sehingga masyarakat Sumut, khususnya warga miskin bisa merasakan keberadaan pemerintah.

"Tidak mesti masuk ke dalam sistem untuk membenahi, tapi bisa dilakukan melalui kritik yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan yang tidak pro masyarakat, dengan memberikan masukan kepada pemprov sesuai bidang dan keilmuan mahasiswa," imbau Ruslan kepada kader KMSU Jakarta. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya