Berita

Yahoo/BBC

Dunia

500 Juta Akun Diretas, Yahoo Anjurkan Pengguna Ganti Password

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016 | 12:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa internet multinasional Yahoo mengatakan bahwa peretas atau hacker pernah mencuri informasi dari sekitar 500 juta pengguna pada tahun 2014 lalu.

Peretasan dilakukan pada sejumlah informasi pribadi pengguna Yahoo, termasuk nama, email, nomor telepon, tanggal lahir, password, serta pertanyaan keamanan terenkripsi beserta jawabanya.

Namun demikian, Yahoo memastikan bahwa peretasan tidak termasuk data kartu kredit.


Pihak Yahoo menduga bahwa peretasan tersebut disponsori oleh negara.

Kasus tersebut saat ini tengah dalam penyelidikan FBI.

Dugaan peretasan mulanya muncul pada Agustus kemarin saat seorang hacker yang menamakan diri "Peace" tampak menjual informasi 200 juta akun Yahoo.

Peretasan ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi.

Karena itu, pihak Yahoo menyerukan agar semua pengguna mengganti password mereka bila tidak pernah diganti sejak tahun 2014.

Pada bulan Juli, Yahoo diketahui dijual ke raksasa telekomunikasi Amerika Serikat Verizone sebesar 4,8 miliar dolar AS.

Pihak Verizon mengatakan telah melakukan penyelidikan mendalam

"Kami akan mengevaluasi sambil terus melakukan penyelidikan melalui lensa kepentingan Verizon keseluruhan, termasuk konsumen, pelanggan, pemegang saham dan masyarakat terkait," begitu bunyi keterangan dari Verizone. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya