Berita

Teknologi pelacak aktivitas tubuh/The Guardian

Dunia

Perangkat Aktivitas Tubuh Tak Efektif Bantu Turunkan Berat Badan

RABU, 21 SEPTEMBER 2016 | 16:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perangkat teknologi wearable yang melacak aktivitas fisik pengguna ternyata tidak dapat membantu orang menurunkan berat badan.

Begitu hasil studi terbaru yang dirilis pekan ini di Journal of the American Medical Association (JAMA).

Hasil penelitian yang dilakukan selama lebih daru dua tahun itu menemukan bahwa pasien yang menggunakan perangkat teknologi untuk memantau aktivitas fisik kehilangan berat badan lebih sedikit daripada mereka yang memantau aktivitas fisik mereka sendiri.


Alih-alih memotivasi pengguna untuk melakukan lebih banyak latihan sepanjang hari, perangkat teknologi ternyata kurang efektif mendorong orang untuk menurunkan berat badan ketimbang menjalani diet dan olahraga terencana.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa saat ini masyarakat modern terlalu bergantung pada gadget yang dikenakan di tangan atau lengan untuk membantu mereka memotinor aktivitas fisik, melihat jumlah kalori yang dibakar, detak jantung dan kualitas tidur. Padahal, apa yang ditampilkan perangkat tersebut tidak selalu tepat.

Hasil tersebut ditemukan setelah peneliti menjalani tes kepada 470 orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, berusia antara 18 hingga 35 tahun.

Penelitian tersebut dilakukan selama 24 bulan. Semua orang yang terlibat dalam penelitian menjalani diet rendah kalori dan melakukan latihan rutin.

Setelah enam bulan, setengah dari orang dalam penelitian tersebut diberikan gelar pelacak aktivitas tubuh. Sedangkan sisanya melakukan diet dengan cara memantau aktivitas dan latihan sendiri.

Hasil penelitan tersebut menemukan bahwa mereka yang memantau sendiri aktivitas diet mengalami penurunan berat badan lebih tinggi daripada mereka yang menggunakan gadget. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya