Berita

Kabut asap/Press TV

Dunia

Penelitian: Kabut Asap Indonesia 2015 Sebabkan 100 Ribu Kematian

SENIN, 19 SEPTEMBER 2016 | 17:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia tahun 2015 lalu diperkirakan telah menyebabkan kematian sedikitnya 100 ribu orang di kawasan Asia Tenggara.

Begitu bunyi penelitian terbaru yang dilakukan oleh Harvard University dan Columbia University di Amerika Serikat.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa kebakaran hutan yang terjadi antara bulan Juli hingga Oktober 2015 menyebabkan munculnya asap beracun. Hal itu diperkirakan telah menyebabkan 91.600 kematian prematur di Indonesia.


Asap beracun itu juga menyebabkan sekitar 6.500 kematian prematur di negara tetangga Malaysia dan 2.200 di Singapura.

Kebakaran hutan yang berlangsung selama dua minggu pada tahun lalu disebabkan oleh pembakaran lahan dan lahan gambut yang kaya karbon untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit.

Penelitian ini difokuskan pada dampak dari asap beracun pada kematian orang dewasa. Kematian prematur itu dikarenakan asap beracun memicu penyakit jantung dan pernapasan.

Penelitian tersebut dipublikasikan di Environmental Research Letters pada Senin (19/9) seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya