Berita

Suriah/Net

Dunia

Pemberontak Suriah Akan Kooperatif Dengan Gencatan Senjata

SENIN, 12 SEPTEMBER 2016 | 15:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok pemberontak Suriah memastikan bahwa mereka akan bekerjasama dengan gencatan senjata.

Hal itu disampaikan oleh kelompok pemberontak melalui sebuah surat yang ditujukkan kepada Amerika Serikat akhir pekan kemarin.

Gencatan senjata sendiri diketahui disepakati oleh Amerika Serikat dan Rusia. Gencatan senjata tersebut dimulai pada awal pekan ini.


"Kami di faksi revolusioner menegaskan kembali posisi tetap kami berurusan positif dengan ide gencatan senjata," kata teks surat itu dikonfirmasi oleh kelompok pemberontak.

Namun mereka menggarisbawahi kedalaman perhatian pada detail bagaimana gencatan senjata akan dilakukan.

Surat itu menyuarakan kekhawatiran bahwa gencatan senjata itu tidak memiliki jaminan, mekanisme pemantauan atau sanksi terhadap pelanggaran.

Mereka mengatakan bahwa tidak adanya mekanisme tersebut telah memungkinkan pemerintah untuk membunuh kesepakatan sebelumnya.

Mereka juga mengungkapkan keprihatinan pada apa yang dikatakan klausul dalam perjanjian yang menunjukkan bahwa jet pemerintah Suriah tidak akan dilarang terbang sampai sembilan hari setelah gencatan senjata dilakukan.

"Seperti yang Anda tahu, kerangka waktu ini akan memberikan pesawat tempur rezim kesempatan cukup untuk menyebabkan kerusakan besar di daerah-daerah sipil dan terhadap pasukan militer kita," katanya.

Namun mereka memastikan bahwa hal tersebut tidak mencakup kelompok Jabhat Fateh al-Sham, mantan afiliasi al-Qaeda. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya