Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

Korban Perdagangan Seks Dipaksa Berhubungan Intim Hingga 50 Kali Sehari

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2016 | 13:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari 1.000 wanita dan gadis remaja telah menjadi korban perdagangan seks di bar-bar terlarang Amerika Serikat.

Begitu kata kelompok anti-perbudakan Polaris dalam sebuah studi yang melacak panggilan perdagangan wanita dari selama dekade terakhir baru-baru ini.

Merujuk pada studi tersebut, setengah dari kasus perbudakan seks di bar terlarang itu muncul di Houston dan Texas, daerah yang dekat dengan perbatasan Meksiko dan memiliki populasi Latino yang besar.


Salah seorang penulis studi, Tessa Couture menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan bar-bar terlarang itu dikenal dengan Sebutan cantinas. Bar semacam itu banyak berdiri di daerah dekat perbatasan Meksiko.

Bar-bar tersebut menyamarkan biaya seks komersial di harga minuman yang sangat tinggi. Perempuan yang bekerja di bar dipaksa untuk menggoda dan mengajak minum pelanggan.

Cantinas membatasi siapa saja yang hendak masuk dan tidak terbuka untuk masyarakat umum.

Dalam studinya, hotline yang dijalankan oleh Polaris menerima 201 laporan kasus perdagangan seks yang melibatkan 1.300 korban di cantinas dan bar di 20 negara bagian Amerika Serikat antara tahun 2007 dan 2016. Lebih dari setengah korbannya merupakan anak di bawah umur.

Salah satu temuan Polaris lainnya menunjukkan bahwa beberapa wanita dipaksa untuk berhubungan seks bahkan hingga 50 kali sehari dengan pelanggan bar,

Pemilik cantina tersebut telah dijatuhi hukuman seumur hidup karena perdagangan seks, konspirasi dan kasus lainnya pada awal tahun ini.

Kasus semacam ini sulit untuk diselidiki, karena pedagang dan pemilik dapat menyembunyikan kepemilikan cantinas mereka atau lisensi alkohol, dan karena korban terlalu takut untuk bersaksi di pengadilan. Pasalnya, tidak sedikit wanita yang diancam bila melapor maka pemilik akan membalas dengan menyakiti keluarga mereka.

"Orang-orang tahu bahwa ada kemungkinan yang sangat nyata keluarga mereka akan terluka," kata Couture.

Kata studi Polaris, kebanyakan dari pemilik cantinas maupun korbannya berasal dari Meksiko atau Amerika Tengah.

Proses perekrutan biasanya dilakukan kepada wanita atau anak perempuan dengan cara diintimidasi oleh ancaman dan kekerasan atau dipaksa ke dalam jeratan utang.

Polaris merekomendasikan agar ada peningkatan pelatihan untuk penegakan hukum dan penyedia layanan seperti petugas kesehatan, pembagian informasi yang lebih baik antara penegak hukum dan instansi pemerintah, dan lebih banyak dana untuk investigasi dan penuntutan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya