Berita

Ilustrasi Reuters

Dunia

Inikah Uji Coba Nuklir Terbesar Korea Utara?

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2016 | 10:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara disebut-sebut melakukan uji coba nuklir kelima pada hari ini (Jumat, 9/9). Uji coba tersebut kabarnya merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan.

Kabar tersebut dihembuskan oleh sejumlah media asing menyusul analisa dari badan meteorologi negara-negara tetangga dan Amerika Serikat yang melaporkan permukaan tingkat gempa tremor dekat lokasi uji di Korea Utara.

"Hari ini sekitar 9:30 am, kami mendeteksi gelombang gempa buatan di magnitude 5.0 di wilayah Korea Utara, Punggye-ri dan kita menganalisa apakah itu adalah uji coba nuklir," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.


Seoul mencurigai hal itu adalah uji coba nuklir dan segera melakukan pertemuan darurat di Dewan Keamanan Nasional.

Sedangkan Jaringan Pusat China mengatakan bahwa gempa yang terdeteksi diduga berasal dari ledakan. Kementerian lingkungan China mulai pemantauan radiasi darurat di sepanjang perbatasan dengan Korea Utara di timur laut China.

AS Geological Survey juga melaporkan bahwa gempa tercatat sebesar 0030 GMT dan mengukur tremor pada berkekuatan 5,3.

Sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan uji coba nuklir tersebut tidak dapat ditoleransi. Menteri luar negeri Jepang mengajukan protes dan Tokyo juga mengirim dua jet militer untuk mulai mengukur radiasi.

Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute yang berbasis di California mengatakan bahwa perkiraan tertinggi besarnya gempa yang tercatat menunjukkan bahwa ini adalah uji coba nuklir paling kuat dilakukan oleh Korea Utara sejauh ini.

Ia menyebut bahwa gempa besar dan permukaan tingkat yang tercatat dengan hasil 20 sampai 30-kilotonne. Hasil tersebut akan membuat tes ini, jika dikonfirmasi, lebih besar dari bom nuklir yang dijatuhkan di kota Hiroshima di Jepang dalam Perang Dunia II dan berpotensi lebih besar dari yang dijatuhkan di Nagasaki pada momen yang sama.

"Ini adalah tes Korea Utara terbesar sejauh ini, 20-30kt, setidaknya," kata Lewis seperti dimuat Reuters.

Namun demikian belum ada konfirmasi dari Korea Utara terkait dengan dugaan uji coba nuklir tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya