Berita

Press/Net

Dunia

Dokumenter Tuduhan Korupsi Presiden Disiarkan, Maladewa Grebek Surat Kabar

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2016 | 14:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak berwenang di Maladewa menggerebek sebuah kantor surat kabar setelah muncul dokumenter yang ditayangkan al-Jazeera terkait dengan tuduhan korupsi Presiden Maladewa, Abdulla Yameen.

Bukan hanya menggerebek surak kabar, pemerintah Maladewa juga menggerebek kantor LSM HAM dan membatalkan paspor milik tokoh-tokoh oposisi ternama.

Penggerebekkan tersebut dilakukan hanya selang beberapa jam setelah dokumenter Al Jazeera tersebut ditayangkan secara online.


Surat kabar yang digerebek adalah Maldives Independent yang dituduh memiliki hubungan dengan mantan presiden partai Demokrat Maladewa Mohamed Nasheed.

Menurut keterangan pihak setempat, sejumlah lantai di gedung digeledah selama sekitar 15 menit. Namun mereka akhirnya pergi tanpa menyita apapun.

Sementara itu salah seorang editor, Zaheena Rasheed mengirimkan pernyataan yang menyebut bahwa penggerebekkan tersebut merupakan bagian dari serangan.

Rasheed sendiri memberikan komentar untuk dokumeter. Ia segera melarikan ke Colombo sebelum dokumenter tersebut ditayangkan.

"Ada satu jurnalis kita yang menghilang, mereka menyerang parang pintu kami, dan kamera keamanan kami dirusak, sehingga kami harus pindah. Ini bukan tempat yang aman bagi wartawan," ujarnya.

Sementara itu komisi penyiaran Maladewa merilis sebuah pernyataan yang mengklaim pihaknya telah menerima keluhan tentang film dokumenter dan memperingatkan bahwa mereka yang disiarkan tuduhannya yang bertanggung jawab atas pencemaran nama baik. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya