Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

UNICEF: Hampir Setengah Dari Pengungsi Dunia Adalah Anak-anak

RABU, 07 SEPTEMBER 2016 | 14:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hampir setengah dari pengungsi dunia saat ini adalah anak-anak. Begitu laporan terbaru dari UNICEF pekan ini.

Sebagian besar pengungsi anak berasal dari negara yang tengah berkonflik, Suriah dan Afghanistan. Sedangkan sekitar tiga perempat daru pengungsi anak dunia berasal dari 10 negara.

Konflik global yang berlangsung secara terus menerus lima tahun terakhir menjadi faktor utama meningkatnya angka pengungsi anak dunia hingga 75 persen menjadi 8 juta.


UNICEF memperingatkan bahwa pengungsi anak beresiko tinggi menjadi korban penyelundupan manusia, perdagangan manusia dan bentuk kekerasan lainnya.

"Meskipun banyak masyarakat dan orang-orang di seluruh dunia telah menyambut pengungsi dan anak-anak migran, xenophobia, diskriminasi, dan pengucilan menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan dan masa depan mereka," kata direktur eksekutif UNICEF, Anthony Lake.

"Tapi jika pengungsi muda diterima dan dilindungi hari ini, jika mereka memiliki kesempatan untuk belajar dan tumbuh, dan untuk mengembangkan potensi mereka, mereka dapat menjadi sumber stabilitas dan kemajuan ekonomi," tambahnya.

Menurut data yang sama, sebagian besar pengungsi anak-anak tinggal di Amerika Serikat, diikuti oleh Arab Saudi dan Yordania. Sementara di Eropa, Inggris menjadi tuan rumah jumlah terbesar dari migran di bawah usia 18 tahun. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya