Berita

Pengungsi suriah/The Guardian

Dunia

Beberapa Pengungsi Suriah Di Gurun Gali Lubang Kuburan Sendiri

SENIN, 05 SEPTEMBER 2016 | 10:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Puluhan ribu pengungsi yang terjebak di wilayah gurun sepanjang perbatasan Yordania dan Suriah saat ini menghadapi masalah cadangan makanan dan air yang menipis. Selain itu, mereka juga beresiko terjangkit epidemi.

Begitu kata laporan pekerja bantuan Médicins Sans Frontières (MSF) awal pekan ini.

Para pengungsi tang telah terjebak selama lebih dari dua bulan itu tidak memiliki sanitasi yang baik ataupun fasilitas medis. Para pengungsi tersebut datang dari Suriah. Mereka melarikan diri dari perang sipil yang terjadi di Suriah sejak lima tahun terakhir.


MSF menilai bahwa situasi tersebut bisa melemahkan posisi Yordania sebagai co-host dari pertemuan untuk membahas pengungsi di New York bulan ini.

Merujuk pada data PBB, sekitar empat dari lima pengungsi di gurun tersebut merupakan perempuan dan anak-anak.

Tidak ada bantuan ataupun pasokan makanan yang diijinkan melintasi perbatasan. Pasokan air pun tidak teratur dan tidak mencukupi untuk kebutuhan minum ataupun sanitasi. Padahal, suhu di gurun bisa mencapai 50 derajat celcius selama musim panas.

Dikabarkan The Guardian, beberapa di antara para pengungsi bahkan menggali lubang di tanah untuk kuburan mereka sendiri karena mereka merasa frustasi tidak memiliki apapun.

"Ini adalah beberapa kondisi paling ekstrim di Bumi. Dan kemudian diperburuk dengan tidak ada akses ke kesehatan, air dan makanan yang cukup serta mereka di bawah ancaman serangan udara," kata Natalie Thurtle, pemimpin tim medis untuk amal Medicins Sans Frontières (MSF).

"Ini adalah keadaan darurat kemanusiaan yang kritis," tambahnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya