Berita

Kotak susra Hong Kong/NThe Guardian

Dunia

Antusias Pemilih Hong Kong Cermin Ketidakpuasan Politik

SENIN, 05 SEPTEMBER 2016 | 09:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar 2,2 juta warga Hong Kong menggunakan hak suaranya dalam pemilu legislatif yang digelar pada Minggu (5/8).

Jumlah tersebut adalah sekitar 58 persen dari total 3,8 juta warga Hong Kong yang memiliki hak suara. Angka tersebut meningkat dari 53 persen pemilih yang menggunakan hak suaranya pada tahun 2012 lalu. Jumlah tersebut juga merupakan jumlah pemilih tertinggi untuk pemilu legislatif sejak tahun 1997.

Menurut kepala partai politik pro-demokrasi radikal Hong Kong Civic Passion yakni Wong Yuk-man, peningkatan jumlah pemilih mencerminkan adanya ketidakpuasan politik yang meningkat serta banyaknya kandidat, beberapa dari kelompok radikal baru yang berlomba-lomba memenangkan kursi legislatif.


"Spektrum politik kota ini telah membentang luas," jelas Wong Yuk-man.

"Hal ini menunjukkan bahwa warga Hong Kong mencoba menjauh dari China, dan dari Partai Komunis China," sambungnya.

Pihak oposisi pro-demokrasi Hong Kong berharap bisa mempertahankan blok veto dengan kursi sepertiga di legislatif.

Proses perhitungan suara sendiri masih berlangsung hingga saat ini.

Banyak pengamat yang menilai bahwa aksi protes yang dipimpin oleh mahasiswa pda tahun 2014 lalu menjadi titik balik dalam politik Hong Kong. Aksi yang dikenal dengan istilah Revolusi Payung selama 79 hari itu menunjukkan besarnya gelombang ketidakpuasan atas situasi politik Hong Kong yang masih dikendalikan oleh China.

Bekas koloni Inggris itu diketahui diserahkan kembali ke China pada tahun 1997 di bawah perjanjian "satu negara, dua sistem" yang menjanjikan untuk mempertahankan kebebasan sistem keuangan global dan hukum yang terpisah untuk setidaknya 50 tahun, tetapi memberi kontrol utama kepada China. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya