Berita

Bayi lima hari di antara para pengungsi Libya/The Guardian

Dunia

Bayi Usia Lima Hari Di Antara Para Imigran Libya

SELASA, 30 AGUSTUS 2016 | 12:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bayi yang baru berusia lima hari menjadi salah seorang imingran yang diselamatkan oleh tim penyelamar Italia pada hari Senin (29/8).

Bayi mungil bersama sekitar 3.000 orang lainnya melakukan perjalanan berbahaya dari Libya menuju Italia dengan menyebrangi lautan menggunakan kapal nelayan.

Kapal kayu yang berukuran tidak terlalu besar itu penuh sesak. Bahkan sejumlah orang harus duduk di pinggir kapal dengan salah satu kaki terjuntai keluar, karena begitu sempitnya kapal.


Begitu yang tampak dari foto-foto yang diambil oleh Associated Press saat upaya penyelamatan para imigran oleh tim penyelamat dan misi militer yang beroperasi di wilayah perairan.

Sementara jumlah migrasi antara Turki dan Yunani telah turun secara substansial sejak Maret tahun ini, pasca selesainya kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki, penyeberangan antara Libya dan Italia tetap tinggi.

Lebih dari 100.000 orang telah meninggalkan Afrika utara untuk menuju Italia sepanjang tahun ini.

Sebagian besar dari mereka melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Nigeria dan Pantai Gading atau kediktatoran di Eritrea dan Gambia. Sementara yang lainnya adalah pekerja migran yang berharap mendapatkan hidup lebih baik di Libya, tetapi dipaksa untuk meninggalkan negara tersebut karena perang saudara.

Para migran di Libya kerap bekerja di kondisi yang buruk bahkan menyerupai perbudakan. Tanpa uang untuk membeli tiket pulang ke rumah, ribuan migran lebih memilih pergi ke Eropa dengan perahu nelayan daripada harus menempuh jalan pulang melalui Sahara menuju rumah mereka. Karena hal itu dinilai lebih berbahaya ketimbang perjalanan melalui Mediterania.

Selain warga Afrika, banyak juga yang merupakan warga Libya. Mereka melarikan diri dari konflik yang tengah terjadi di dalam negeri. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya