Berita

Rachmawati/Net

Nusantara

Rachma Ungkap Karya-Karya Megawati

SELASA, 23 AGUSTUS 2016 | 16:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sudah empat kali UUD 1945 diubah menjadi UUD yang bersifat liberal kapitalistik. Tentu saja UU hasil amandemen yang liberal ini sangat bertentangan dengan ajaran Soekarno.

"Inilah hasil karya Megawati, Ketum PDIP," kata tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 23/8).

Selain itu, sambung Rachma, Megawati juga emberi previlege atau keistimewaan bagi koruptor pengemplang pajak obligor hitam BLBI dengan Inpres No 8 tentang release and discharge atau surat keterangan lunas. Megawati juga mengusung Jokowi, sosok yang menjadi pertanyaan besar tentang integritas, kapabilitas maupun kepemimpinannya


'Sudah bisa diprediksi dampaknya hingga sekarang Indonesia masuk jurang utang seperti era Orba, korupsi merajalela, dan rakyat menjadi sapi perah pajak melalui program Tax Amnesty, smntr obligor hitam lolos jerat hukum dengan adanya pengampunan paja. Belum lagi penyakit sosial masyarakat marak, seperti human trafiking ter selubung, masuknya buruh asing ribuan bahkan jutaan dari tiongkok," ungkap Mega.

Selain itu, jelas Rachma, juga ada investasi asing sebesar 100 persen diseantero nusantara. Di saat yang sama menggadaikan sejumlah aset negara yang akan berakhir dengan penjualan aset-aset negara seperti era Megawati.

"Selain itu juga memanipulasi rakyat dengan jargon Soekarno yang sejatinya modus" Soekarno to kill Soekarnoisme." Apakah anak biologis sadar apa yang diperbuatnya kecuali hanya tujuan kekuasaan dan materi? Nauzubilahi min dzalik," demikian Rachmawati. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya