Berita

Ilustrasi konflik di yaman/BBC

Dunia

Oxfam Khawatirkan Perjualan Senjata Inggris-Arab Saudi Berujung Ke Yaman

SELASA, 23 AGUSTUS 2016 | 13:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lembaga bantuan Oxfam menuduh Inggris melakukan penyangkalan dan kekacauan atas kesepakatan untuk menjual senjata ke Arab Saudi. Penjualan senjata tersebut berpotensi digunakan di Yaman.

Oxfam mengatakan bahwa Inggris telah beralih dari "pendukung antusias" atas Perjanjian Perdagangan Senjata menjadi "salah satu pelanggar paling signifikan".

Perjanjian perdagangan senjata diketahui memiliki sejumlah standar internasional untuk mencegah perdagangan senjata ilegal.


Karena itulah Oxfam meminta Inggris untuk meninjau kontrak ekspor senjata demi memastikan bahwa senjata tidak melanggar embargo senjata yang ada, tidak akan digunakan untuk kejahatan perang, pelanggaran hak asasi manusia atau kejahatan yang terorganisir dan tidak akan dialihkan untuk penggunaan ilegal.

Menurut catatan Oxfam, pemerintah Inggris pada tahun lalu menerima lebih dari 3 miliar poundsterling dari penjualan senjata ke Arab Saudi.

Arab Saudi sendiri diketahui merupakan negara yang mendukung pemerintahan Yaman untuk melawan pemberontak Syiah di Taman. Penjualan senjata ke Arab Saudi dikhawatirkan akan diteruskan ke Yaman. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya