Berita

Erdogan/Net

Dunia

Turki Geram Soal Bocoran Dokumen Jerman

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 12:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Turki bereaksi marah terhadap dokumen pemerintah Jerman yang bocor baru-baru ini. Dalam dokumen itu, Turki disebut telah menjadi platform bagi kelompok militan Islam.

Dokumen yang bocor itu merupakan milik kementerian Dalam Negeri Jerman. Disebutkan bahwa ada banyak laporan solidaritas dan aksi dukungan untuk Ikhwanul Muslimin Mesir, Hamas dan kelompok-kelompok oposisi Islamis bersenjata di Suriah dari Partai AKP yang berkuasa dan Presiden (Recep Tayyip Erdogan) menggarisbawahi ideologi mereka.

"Sebagai hasil dari kebijakan dalam dan luar negeri Ankara yang telah Islamisasi langkah demi langkah sejak 2011, Turki telah berkembang menjadi platform pusat aksi untuk kelompok-kelompok Islam di kawasan Timur Tengah," begitu kata dokumen tersebut seperti dikabarkan BBC (Kamis, 16/8).


Baik Uni Eropa maupun Amerika Serikat melihat Hamas sebagai organisasi teroris.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman Johannes Dimroth mengatakan laporan rahasia telah ditandatangani oleh wakil Menteri dan baik Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere maupun kementerian luar negeri telah terlibat.

"Di mana orang bekerja, kesalahan bisa terjadi," kata Dimroth.

Tapi Turki menuntut penjelasan lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Ada indikasi baru dari pola pikir terdistorsi yang telah mencoba untuk melemahkan negara kita dengan cara (menyerang) presiden kita dan pemerintah kita," kata sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki dikutip kantor berita Anadolu. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya