Berita

Arcandra Tahar/Net

Politik

Status Arcandra Tahar Juga Bisa Diketahui Dari Otoritas AS

MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 15:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Persoalan tentang Menteri ESDM Arcandra Tahar yang diduga punya kewarganegaraan ganda sebenarnya bukan hal sulit untuk dipecahkan. Hanya saja, persoalan memang jadi pelik dan rumit jika masuk ke ranah politik.

Demikian disampaikan gurubesar ilmu hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga mantan Wakil Menkumham Denny Indrayana, Minggu (14/8).

Denny mengatakan, pertanyaan awal yang harus dijawab adalah status kewarganegaraan Arcandra saat dilantik sebagai menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2016 lalu. Jelas Denny, jika memang waktu itu Archandra berstatus WNI maka permasalahan selesai.


Artinya, polemik tentang Arcandra yang dikabarkan mengantongi paspor Amerika Serikat (AS) juga harus dihentikan. "Lalu kita beri ruang kepada Arcandra melanjutkan kerja dan amanah tidak ringan yang diembannya," ujar Denny.

Hanya saja, kata Denny, yang jadi persoalan memang jika Arcandra memang sudah menjadi warga negara AS. Adapun hal paling mudah untuk bisa mengetahui kejelasan soal kewarganegaraan Arcandra adalah dengan bertanya langsung kepada pengganti Sudirman Said itu.

Atau, lanjut Denny, seperti dilansir dari JPNN, ada pula opsi lain yang bisa ditempuh.

"Jika tidak memungkinkan dari yang bersangkutan, maka dari otoritas berwenang di Amerika Serikat maupun Indonesia yang tentu mempunyai kapasitas untuk melakukan pengecekan secara cermat dan hati-hati," tukas Denny. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya