Berita

Pulau Enggano/Net

Nusantara

Peringatan HUT RI Pintu Masuk Pengembangan Pulau Enggano

JUMAT, 12 AGUSTUS 2016 | 08:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu memiliki 19 kecamatan yang terdiri dari 18 kecamatan berada di daratan sedangkan 1 kecamatan berada di tengah samudera yaitu Enggano.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menilai Enggano adalah kepulauan yang strategis, walaupun berpenduduk hanya 3.400 jiwa, namun dari potensi yang ada sangat menarik dan sangat seksi untuk dikembangkan karena potensi alam serta perikanan bisa jadi destinasi pariwisata.

Asisten Administrasi Pemerintahan Kabupaten Bengkulu Utara, Sahat Marulitua Situmorang mengemukakan, dari segi kebudayaan, Enggano memiliki kesenian dan lagu serta alat musik yang khas dibandingkan daerah-daerah lain. Tidak berlebihan jika kemudian Pemerintah Pusat menunjuk Pulau Enggano sebagai lokasi Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-71 nasional untuk pulau-pulau kecil terluar, pada 17 Agustus 2016.


"Ini merupakan kesempatan karena peluang untuk mengembangkan daerah menjadi besar baik dari Pemerintah Pusat ataupun swasta. Kami yakin peringatan kemerdekaan ini menjadi pintu masuk dalam pengembangan Enggano," kata Sahat seperti dilansir dari laman setkab.go.id, Jumat (12/8).

Asisten Administrasi Pemerintahan Kabupaten Bengkulu Utara itu menjanjikan konsep menghadirkan negara dalam pemerintahan, sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), ketika ada daerah yang membutuhkan maka pemerintah akan hadir di sana.

"Terkait perkembangan Enggano, mungkin saat ini dengan event nasional semoga jalan bisa diperbaiki dan dapat menggelar lomba triathlon tahun depan," tambah Sahat.

Kesiapan panitia, menurut Sahat, seiring intensitas berkomunikasi yang bertambah dengan masyarakat Enggano, sedikit demi sedikit warga makin terbuka dengan kehadiran agenda nasional kali ini.

Pemerintah pusat dapat memberikan perhatian infrastruktur jalan, telekomunikasi agar bisa mendukung pengembangan Enggano. Perbaikan bandara juga akan menambah pengunjung ke Enggano,” tutur Sahat jelaskan tujuan dilaksanakan agenda pusat di Enggano.

Sebagai informasi, rencana peringatan kemerdekaan di Pulau Enggano, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar. Dalam pasal 6 perpres tersebut dinyatakan pengembangan pulau-pulau terluar dilakukan oleh Tim Koordinasi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT). Tim Koordinasi ini diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai Ketua; serta Menteri Dalam Negeri sebagai Wakil Ketua. Anggota Tim Koordinasi ini terdiri dari 17 menteri atau pejabat setingkat menteri.

Salah satu upaya Tim Koordinasi ini untuk mengenalkan dan mensosialisasikan serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar adalah dengan mengadakan upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di pulau kecil terluar. Pada tahun 2016, Tim Koordinasi/Tim Kerja Pengelolaan PPKT telah memilih pulau Enggano sebagai tempat upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya