Berita

Hillary Clinton/Net

Dunia

Hillary Clinton: Donald Trump Menghasut Kekerasan

KAMIS, 11 AGUSTUS 2016 | 10:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton mengatakan bahwa rivalnya, Donald Trump menghasut kekerasan dengan pernyataan kontroversialnya.

Pasalnya Trump menyebut bahwa masyarakat yang mendukung hak penggunaan senjata api bisa menghentikan Clinton menuju kemenangan dalam pemilu.

"Kata-kata dapat memiliki konsekuensi yang luar biasa," kata Clinton dalam kampanyenya di Des Moines, Iowa (Rabu, 10/8).


Clinton juga menyindir Trump yang melontarkan komentar miring terhadap keluarga seorang tentara Muslim Amerika yang tewas di medan perang atau yang disebut sebagai sebuah keluarga Gold Star.

"Kemarin kita menyaksikan garis panjang penyataan terbaru dari Donald Trump yang melintasi garis. Kekejamannya terhadap keluarga Gold Star, saran santainya bahwa lebih banyak negara yang harus memiliki senjata nuklir. Dan sekarang menghasut kekerasan dengan santainya," tutur mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ini.

"Hal ini menunjukkan bahwa Donald Trump hanya tidak memiliki temperamen untuk menjadi presiden dan panglima tertinggi Amerika Serikat," tegas Clinton.

Sebelumnya di rapat umum di North Carolina, Trump menyebut bahwa Clinton akan menempatkan hakim liberal di Mahkamah Agung jika berhasil menjadi presiden. Bila demikian, maka pihak liberal akan mengancam hak kepemilikan senjata di Amerika Serikat.
 
Para pendukung hak kepemilikan senjata api itulah yang menurut Trump akan bisa menjegal pencalonan Clinton. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya