Berita

Zulkifli Hasan/Net

Nusantara

Zulkifli Hasan: Cari Persamaan Singkirkan Perbedaan

RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 14:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat tinggi tali persaudaraan agar tidak mudah diadu domba.

"Menghadapi perbedaan saat ini, marilah umat Islam bersatu. Saya mengajak kita kompak. Kita singkirkan dulu perbedaannya dan cari persamaannya. Jangan mudah diadu, hal-hal yang bisa didiskusikan dulu," ujar Zulkifli.

Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan dalam acara silaturahmi dengan warga Muhammadiyah se Bangka Belitung sekaligus Peresmian Gedung Rektorat dan SD STKIP Muhammadiyah Belitung di Bangka Tengah, Bangka Belitung, Rabu (10/8).


Acara juga dihadiri oleh Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi, Wakil Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani, Ketua PW Muhammadiyah Bangka Belitung Kamaruddin, Ketua STIKP Muhammadiyah Bangka Belitung Asyraf Suryadin, dan anggota PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas.

Zulkifli mengungkapkan, dari hasil jajak pendapat saat ini nilai-nilai persaudaraan kebangsaan mulai melemah. Salah satu penyebabnya dikarenakan oleh adanya kesenjangan ekonomi yang terlampau tinggi.

"Ada orang yang kaya sekali, tapi banyak orang yang miskin. Itulah persoalan yang mendasar. Kalau tidak ada norma kuat yang mengatur, demokrasi sama seperti pasar ekonomi bebas. Akhirnya 18 tahun setelah reformasi ini dimenangkan oleh yang kuat dan itu melahirkan kesenjangan," sambungnya.

Zulkifli menyebut ada dua cara yang perlu dilakukan generasi muda penerus bangsa dalam mengatasi kesenjangan itu. "Ilmu, ekonomi dan kepemimpinan penting sekali karena akan menentukan nasib Indonesia ke depannya," tegas ketua umum PAN ini.

Oleh karena itu, Zulkifli mendorong anak-anak muda Muhammadiyah untuk senantiasa berjuang menuntut ilmu. Sebab nasib bangsa Indonesia di masa yang akan datang berada di tangan mereka. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya