Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Pakar Keamanan Nasional Republik: Trump Bisa Jadi Presiden AS Paling Sembrono

SELASA, 09 AGUSTUS 2016 | 10:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bila berhasil memenangkan kursi nomor satu Amerika Serikat, maka Donald Trump akan menjadi presiden paling sembrono yang pernah tercatat dalam sejarah negara tersebut.

Begitu bunyi surat terbuka yang ditandatangani oleh 50 pakar keamanan nasional Republik.

"Dia (Trump) melemahkan otoritas moral sebagai pemimpin dunia bebas AS," begitu bunyi surat tersebut.


"Dia tampaknya tidak memiliki pengetahuan dasar tentang dan keyakinan dalam Konstitusi AS, undang-undang AS, dan lembaga-lembaga AS, termasuk toleransi beragama, kebebasan pers, dan peradilan yang independen," sambung surat tersebut.

Di antara pakar keamanan nasional dari Partai Republik yang menandatangani surat terbuka itu adalah mantan direktur CIA Michael Hayden.

Dalam surat itu disebut juga bahwa Trump tidak memiliki karakter, nilai-nilai serta pengalaman untuk menjadi presiden.

"Tak satu pun dari kita akan memilih Donald Trump," tulis surat itu.

Trump diketahui menjadi sorotan bukan hanya karena pencalonannya, tapi juga karena rancangan kebijakan-kebijakan yang ia sampaikan dalam sejumlah kesempatan.

Kandidat Partai Republik itu telah mempertanyakan apakah Amerika Serikat harus menghormati komitmen NATO, mendukung penggunaan penyiksaan dan menyarankan bahwa Korea Selatan dan Jepang harus mempersenjatai diri dengan senjata nuklir.

Menanggapi hal tersebut, Trump menyebut bahwa orang-orang yang menandatangani surat tersebut harus mencari jawaban mengapa dunia berantakan.

"Mereka tidak lebih dari elit Washington gagal yang mencari cara untuk mempertahankan kekuasaan mereka dan saatnya mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka," kata Trump seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya