Berita

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha/Net

Dunia

Konstitusi Baru Disetujui, Militer Segera Punya Kekuasaan Lebih

SENIN, 08 AGUSTUS 2016 | 12:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemilih Thailand tampaknya menyetujui rancangan konstitusi baru. Hal itu terlihat dari hasil sementara referendum yang digelar di Thailand akhir pekan kemarin.

Dari 94 persen suara yang telah dihitung, 61,4 persen suara mendukung dan 38,6 persen menentang konstitusi.

Diketahui bahwa militer Thailand menguasai pemerintahan dalam kudeta tak berdarah pada tahun 2014 lalu.


Dalam referendum tersebut, pemilih Thailand juga diminta untuk memilih apakah mengizinkan Senat negara untuk bersama-sama dengan DPR dalam memilih perdana menteri.

Sekitar 58 persen memilih untuk mengijinkan dan 42 persen menolak.

Namun demikian itu belum merupakan hasil akhir. Hasil resmi referendum baru akan diumumkan pada Rabu mendatang.

Menurut Komisi Pemilihan Umum Thailand, sekitar 50 juta pemilih menggunakan suaranya pada pemungutan suara akhir pekan kemarin.

Sejumlah analis menyebut bahwa konstitusi akan memberikan ijin kepada militer untuk mempertahankan kekuasaan di masa depan tanpa perlu menggelar kudeta.

"Rancangan konstitusi bertujuan untuk berkubu kekuatan elit militer dan tradisional, dan jika lolos referendum Thailand akan bergerak ke arah semi-otoriter dipandu oleh militer," menurut Institute of Southeast Asian Studies, sebuah organisasi penelitian yang berbasis di Singapura.

"Dengan kekuatan tentara tertanam dalam konstitusi, yang didukung oleh Mahkamah Konstitusi 'keadaan istimewa' kekuasaan, para elit tradisional akan   merancang mekanisme baru untuk merebut kekuasaan tanpa menggunakan kudeta militer," sambung analisa tersebut seperti dimuat CNN. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya