Berita

Sudan Selatan/Net

Dunia

PBB:Militer Sudan Selatan Lakukan Pembunuhan Dan Pemerkosaan

JUMAT, 05 AGUSTUS 2016 | 15:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kepala HAM PBB mengatakan bahwa pasukan pemerintah Sudan Selatan telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil. Termasuk di antaranya adalah pembunuhan etnis dan perkosaan.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan dalam sebuah pernyataan pekan ini bahwa saat terjadi pertempuan di jalan-jalan ibukota Juba beberapa waktu lalu, pasukan pemerintah melakukan aksi tak sepantasnya.

Hussein menekankan bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Salva Kiir, yang berasal dari kelompok etnis Dinka melakukan pembunuhan terhadap warga asal Nuer.


"Yang lainnya dilaporkan dieksekusi oleh tentara pemerintah, yang tampaknya memiliki orang-orang khusus ditujukan asal Nuer," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Menurut pernyataan itu, pasukan Kiir mengambil warga sipil Nuer selama operasi pencarian dari rumah ke rumah dan menembak delapan dari mereka pada 11 Juli.

Diketahui bahwa sejak bentrokan meletus di Juba 8 Juli lalu, hampir 300 orang tewas sehingga  menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya konflik di negara yang baru merdeka itu.

Di tempat lain, sambung pernyataan tersebut, kasus kekerasan seksual terjadi. Setidaknya PBB mencatat ada 217 kasus kekerasan seksual di Juba antara 8-25 Juli kemarin.

Hussein meminta presiden Sudan Selatan untuk menuntut para pelaku kejahatan tersebut di dalam negeri. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya