Berita

Foto/Net

Politik

Pengunjung Pameran Istana Kepresidenan Dapat Layanan Tur

KAMIS, 04 AGUSTUS 2016 | 14:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Guna memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap setiap koleksi lukisan Istana Kepresidenan, panitia pameran seni koleksi Istana Kepresidenan menggelar layanan tur pameran kepada para pengunjung.

Layanan tur yang digelar di Galeri Nasional Indonesia tersebut akan diberikan di setiap Hari Minggu selama pameran berlangsung dan terbuka bagi masyarakat umum tanpa dikenakan pungutan biaya.

Layanan tur tersebut akan menyajikan materi yang berbeda-beda tiap minggunya. Dalam tur tersebut, nantinya pengunjung akan dibimbing oleh para kurator dengan didampingi oleh satu narasumber ahli seperti sejarawan Peter Carey, jurnalis Aryo Wisanggeni, Kepala Galeri Nasional Tubagus Andre, staf pengajar Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta Citra Smara Dewi, serta kritikus Agus Dermawan T.


Tur yang berdurasi sekitar 1,5 jam di setiap sesinya ini akan digelar dalam dua sesi di tiap pelaksanaannya, yakni pada pukul 10.00-11.30 WIB dan 13.30-15.00 WIB. Untuk menjaga ketertiban dan ketenangan pelaksanaan tur, panitia mengimbau bagi para peminat layanan tersebut untuk datang tepat waktu dan menaati aturan-aturan yang berlaku.

Berikut jadwal dan materi yang akan disajikan di tiap minggunya. Minggu Pertama (7 Agustus 2016): Apa dan mengapa Sukarno mengoleksi karya seni?; Minggu Kedua (14 Agustus 2016): Kebijakan Istana mengenai koleksi dan pameran karya seni dari waktu ke waktu; Minggu Ketiga (21 Agustus 2016): Tema, gaya, dan jenis karya seni yang menjadi koleksi Istana Kepresidenan; Minggu Keempat (28 Agustus 2016): Inventarisasi, katalogisasi, konservasi, sosialisasi pameran dan penerbitan buku, dan formalisasi legalitas berupa UU.

"Dalam setiap pelaksanaan tur tersebut, pengunjung juga akan dibimbing mengenai buku-buku langka koleksi Presiden Sukarno yang ada di dalam lemari kaca di ruang pamer," kata Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Kamis (4/8). [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya