Presiden Filipina Rodrigo Duterte/The Guardian
Presiden Filipina Rodrigo Duterte/The Guardian
Data itulah yang menjadi dasar bagi Human Right Watch, Stop Aids and International HIV/Aids Alliance dan sekitar 300 kelompok masyarakat sipil lainnya yang telah menandatangani surat bersama yang ditujukkan kepada Kontrol Dewan Narkotika Internasional (INCB) dan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) untuk meminta memecah keheningan mereka atas tindakan tersebut.
"Kami menyerukan kepada badan pengawasan obat PBB untuk secara publik mengecam kekejaman di Filipina. Pembunuhan tidak masuk akal ini tidak dapat dibenarkan sebagai tindakan pengendalian obat," kata Ann Fordham, direktur eksekutif International Consortium Drug Policy (IDPC).
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
UPDATE
Sabtu, 12 September 2026 | 21:55
Sabtu, 12 September 2026 | 21:10
Sabtu, 12 September 2026 | 20:32
Sabtu, 12 September 2026 | 19:48
Sabtu, 12 September 2026 | 19:32
Sabtu, 12 September 2026 | 19:27
Sabtu, 12 September 2026 | 18:18
Sabtu, 12 September 2026 | 18:11
Sabtu, 12 September 2026 | 17:54
Sabtu, 12 September 2026 | 17:40