Berita

Presiden Filipina Rodrigo Duterte/The Guardian

Dunia

704 Orang Tewas Di Tengah Upaya Pemberantasan Narkoba

RABU, 03 AGUSTUS 2016 | 14:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, tercatat ada lebih dari 700 pengguna atau pengedar narkoba yang tewas akibat dibunuh di Filipina.

Data itulah yang menjadi dasar bagi Human Right Watch, Stop Aids and International HIV/Aids Alliance dan sekitar 300 kelompok masyarakat sipil lainnya yang telah menandatangani surat bersama yang ditujukkan kepada Kontrol Dewan Narkotika Internasional (INCB) dan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) untuk meminta memecah keheningan mereka atas tindakan tersebut.

"Kami menyerukan kepada badan pengawasan obat PBB untuk secara publik mengecam kekejaman di Filipina. Pembunuhan tidak masuk akal ini tidak dapat dibenarkan sebagai tindakan pengendalian obat," kata Ann Fordham, direktur eksekutif International Consortium Drug Policy (IDPC).


Sementara itu Presiden Filipina Rodrigo Duterte menekankan komitmen untuk memberantas narkoba di negara tersebut.

Dikabarkan The Guardian (Selasa, 2/8), sejak 10 Mei, hari di mana Duterte diumumkan sebagai pemenang pemilihan presiden, setidaknya ada 704 orang tewas dibunuh karena diduga terlibat dengan obat-obatan terlarang.

Pembunuhan kabarnya dilakukan oleh polisi dengan atribut kekerasan bagi yang mereka menolak penangkapan serta kelompok sipil yang main hakim sendiri.

"Kami tidak dapat mengobarkan perang terhadap narkoba dengan darah. Kami hanya akan diperdagangkan kecanduan obat dengan yang lain jenis yang lebih jahat dari kecanduan," kata salah seorang senat dan mantan Menteri Kehakiman Leila de Lima. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya