Berita

Politikus Senior Partai Republik Amerika Serikat, John McCain/The Guardian

Dunia

Mantan Rival Obama Kecam Pernyataan Trump

SELASA, 02 AGUSTUS 2016 | 10:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Politikus ternama dari Partai Republik Amerika Serikat, John McCain mengecam Donald Trump atas komentarnya terkait dengan Khizr dan Ghazala Khan, orang tua dari seorang tentara Amerika yang tewas di Irak.

"Saya tidak bisa menekankan betapa tidak setujunya saya dengan pernyataan Trump  (tentang Khan). Saya harap warga Amerika bisa memahami bahwa pernyataanya itu tidak mewakili pandangan Partai Republik kita," tegas McCain yang juga pernah maju sebagai calon presiden melawan Barack Obama pada tahun 2008 lalu.

McCain juga mengucapkan terimakasih kepada Khan karena telah datang ke Amerika Serikat. Keluarga Khan diketahui merupakan keturunan Pakistan.


McCain menyebut bahwa kematian anak mereka adalah contoh sukses dari kegagahan dan keberanian yang ditanamkan di tubuh militer.

"Ini adalah waktu untuk Donald Trump untuk mengatur contoh bagi negara kita dan masa depan partai Republik," kata McCain.

"Walaupun kami telah memberikannya nominasi, namun tidak serta merta ia bebas mencemarkan nama baik partai," tegasnya seperti dimuat The Guardian (Selasa, 2/8).

Untuk diketahui, Kapten Humayun Khan tewas saat melindungi unitnya dari aksi bom bunuh diri di Irak pada tahun 2004 lalu.

Khizr Khan, ayah Kapten Humayun Khan pada pekan lalu kemudian angkat bicara di tengah konvensi Nasional Partai Demokrat Amerika Serikat di Philadelphia terkait dengan penentangan mereka atas rencana Trump untuk melarang imigran Muslim.

Menanggapi hal tersebut, dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Trump justru mempertanyakan penulis pidato tersebut dan menekankan bahwa ia telah membuat pengorbanan untuk negaranya sebanding dengan Khan. Ia pun mengeluh karena merasa telah diserang oleh Khizr Khan.
 
Calon presiden dari Partai Republik itu juga mempertanyakan mengapa sang ibu, Ghazala Khan tetap diam di atas panggung. Trump menyindir bahwa sang ibu tidak diizin berbicara karena imannya.

Sebagai bentuk tanggapan, awal pekan ini Ghazala menjelaskan bahwa alasan ia diam di panggung adalah karena ia terlalu sedih untuk berbicara tentang kematian sang anak. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya