Berita

setya novanto/net

Nusantara

KERUSUHAN TANJUNGBALAI

Ketum Golkar: Masyarakat Jangan Mau Diprovokasi

MINGGU, 31 JULI 2016 | 16:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Golkar Setya Novanto sangat prihatin dengan peristiwa pembakaran sejumlah vihara dan klenteng di Kota Tanjungbalai Provinsi Sumatera Utara. Apalagi, peristiwa itu jadi meluas akibat ulah sebagian orang yang memprovokasi massa.

"Pengrusakan dan pembakaran sejumlah vihara dan klenteng di Tanjungbalai, saya dengar berawal dari permasalahan individuyang kebetulan bertetangga, namun meluas karena ada provokasi. Saya menghimbau agar masyarakat di Tanjungbalai untuk tidak terprovokasi, jangan mudah terhasut apalagi dengan memakai embel-embel atau isu agama," ujar Novanto di sela memberikan bantuan untuk pengungsi letusan Gunung Sinabung di Karo, Sumut, Minggu (31/7).

Menurut Novanto, tindakan anarkis tersebut terjadi di luar akal sehat, jauh dari nilai perikemanusiaan, apalagi nilai-nilai keagamaan. Maka, masyarakat di Tanjungbalai dan rakyat Indonesia pada tidak boleh terprovokasi dan mengkait-kaitkan peristiwa ini dengan sentimen keagamaan.


"Saya minta masyarakat yang memiliki masalah pribadi untuk diselesaikan secara kekeluargaan atau dibawa ke ranah hukum. Bukan melakukan tindakan provokasi terlebih lagi tindakan anarkis," imbuhnya.

Novanto sangat mengapresiasi Kapolri Jendral Tito Karnavian turun langsung untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Terakhir saya menghimbau kepada kita semua untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan Bangsa Indonesia. Keragaman yang ada di bumi pertiwi ini, bukan pemisah namun menjadi warna untuk mempersatukan kita, seperti semboyan Bhinneka Tunggal Ika," tandasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya