Berita

ilustrasi/net

Dunia

AS Bersiap Kembalikan 17 Persen Lahan Okinawa

JUMAT, 29 JULI 2016 | 16:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer Amerika Serikat tengah bersiap untuk angkat kaki dari Okinawa.
Hal itu dilakukan menyusul semakin besarnya gelombang penentangan atas kehadiran mereka di Okinawa menyusul penangkapan salah satu kontraktor sipil atas pembunuhan wanita lokal.

Diketahui bahwa Okinawa merupakan basis militer Amerika Serikat dan kunci militer negeri Paman Sam di Asia. Amerika Serikat telah menduduki Okinawa sejak tahun 1972 lalu.

Saat ini terdapat setidaknya 30 ribu personil militer Amerika Serikat di pangkalan yang menduduki seperlima dari pulau tersebut.

Saat ini terdapat setidaknya 30 ribu personil militer Amerika Serikat di pangkalan yang menduduki seperlima dari pulau tersebut.

"Kami menghormati perasaan warga Okinawa dan jejak kami harus dikurangi," kata Komandan militer Amerika Serikat di Okinawa, Letnan Jenderal Lawrence D. Nicholson seperti dimuat Reuters (Jumat, 29/7).

Setelah helipad baru selesai dibangun, militer Amerika Serikat akan menyerahkan kembali 4.000 hektar lahan, atau 17 persen dari area pangkalan militer Amerika Serikat kepada pemerintah Jepang.

Pengembalian lahan sebenarnya telah disepakati dalam sebuah perjanjian tahun 1996. Namun prosesnya tertunda karena pengunjuk rasa memblokir pembangunan helipad.

Pemerintah Jepang baru-baru ini kembali bekerja di lokasi pembangunan helipad.

Diketahui bahwa sentimen atas kehadiran militer Amerika Serikat di Okinawa semakin meningkat menyusul penangkapan pekerja sipil Amerika Serikat di pangkalan, Kenneth Franklin bulan lalu sehubungan dengan pembunuhan seorang wanita Jepang setempat berusia 20 tahun. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya