Berita

angela merkel/net

Dunia

Merkel: Serangan Di Jerman Tak Ubah Kebijakan Terhadap Pengungsi

JUMAT, 29 JULI 2016 | 11:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Serangan baru-baru ini yang melibatkan pencari suaka di Jerman dipastikan tidak akan mengubah kebijakan pemerintah untuk membuka pintu bagi pengungsi.

Hal itu dipastikan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel dalam konferensi pers di Berlin (Kamis, 28/7).

Ia mengatakan bahwa serangan tersebut telah memalukan negara yang telah menyambut mereka. Serangan tersebut dilakukan hanya untuk menyebarkan ketakukan dan kebencian antar budaya dan antar agama.


"(Para penyerang) ingin merusak rasa, keterbukaan dan kesediaan di masyarakat kami untuk membantu yang membutuhkan. Kami dengan tegas menolak ini," kata Merkel seperti dimuat BBC.

Kendati begitu, ia bersikeras bahwa serangan tersebut tak akan mengubah kebijakannya untuk membantu mereka yang melarikan diri dari perang dan kekerasan d negara mereka.

"Saya masih yakin hari ini bahwa" kita bisa melakukannya," tegasnya.

Sebagai gantinya, ia mengusulkan langkah-langkah baru untuk meningkatkan keamanan, termasuk berbagi informasi, menerjemahkan obrolan di jaringan internet serta menanggulangi penjualan senjata di internet.

"Kami membutuhkan sebuah sistem peringatan dini agar pemerintah dapat melihat selama proses permohonan suaka di mana ada masalah," tutur Merkel.

"Kami akan mengambil langkah yang diperlukan dan menjamin keamanan bagi warga kami Kami akan mengambil tantangan integrasi yang sangat serius," sambungnya.

Diketahui bahwa beberapa hari terakhir terjadi serangan yang terjadi di Jerman dengan melibatkan pencari suaka. Serangan di Banarian serta bom bunuh diri di Ansbach. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya