Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

Dua Kemungkinan Kenapa Megawati Tolak Ajakan Novanto Foto Bareng

JUMAT, 29 JULI 2016 | 09:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ada dua kemungkinan kenapa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menolak ajakan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto untuk foto bersama.

Kemungkinan pertama, Megawati tidak suka dengan menuver Golkar yang buru-buru mendeklarasikan diri mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres di Pilpres 2019.

Diketahui, PDIP sendiri sebagai partainya Presiden Jokowi belum menentukan sikap politik pada Pilpres mendatang.


"Ditambah, di internal Golkar banyak yang sudah ngomongin agar Jokowi-Novanto dipasangkan di Pilpres 2019. Kabar ini sudah pasti sampai di telinga Ibu Mega," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago kepada redaksi, Jumat (29/7).

Kemungkinan kedua, lanjut Pangi, karena di panggung itu ada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Diketahui, PDIP dan Megawati tidak suka dengan sikap Ahok yang memilih jalur independen. Kini, Ahok memang sudah memilih jalur politik yakni Nesdem, Hanura dan Golkar.

"Kalau kemungkinan ini yang lebih kuat. Maka jelaslah, Ibu Mega tidak merestui Ahok di Pilkada Jakarta 2017 nanti," tukas Pangi.

Seperti diwartakan, pada acara penutupan Rapimnas Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis malam (28/7). Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengajak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk berfoto bersama kader Golkar. Namun, Megawati menolak permintaan Novanto tersebut. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya