Berita

Jacques Hamel/net

Dunia

Keji, Imam Gereja Dibunuh Saat Misa Pagi Di Perancis

RABU, 27 JULI 2016 | 10:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua orang pria melakukan aksi pembunuhan keji terhadap seorang imam gereja yang tengah menggelar misa di gereja Normandia pada Selasa (26/7).

Menurut keterangan seorang Biarawati yang menyaksikan pembunuhan tersebut, kedua pelaku tiba-tiba saja masuk ke gereja saat misa pagi tengah digelar di Saint-Etienne-du-Rouvray, dekat wilayah Rouen Perancis.

Mereka kemudian mengambil sejumlah orang sebagai sandera, yakni imam gereja, dua biarawati dan dua jemaat.


Kedua pria tersebut kemudian memaksa Bapa Jacques Hamel berlutut sebelum membunuhnya dengan cara memotong tenggorokannya.

"Semua orang berteriak meminta untuk mereka berhenti. Namun mereka (pelaku) memaksa berlutut, ia ingin membela diri, dan saat itulah drama dimulai," kata Danielle, salah seorang biarawati yang menjadi saksi mata. Ia melarikan diri saat pelaku melakukan aksi penggorokkan.

Setelah membunuh imam gereja, kedua pelaku mencoba membunuh seorang jemaat dengan cara yang sama hingga ia terluka parah dan mengalami kondisi kritis.

Aksi keji tersebut direkam oleh para pelaku.

"Mereka tidak melihat saya pergi. Mereka sibuk sibuk dengan pisau mereka dan merekamnya," sambungnya seperti dimuat The Guardian.

Tak lama setelah melakukan aksi keji tersebut dan keluar gereja, para pelaku ditembak mati oleh polisi.

Presiden Perancis Francois Hollande menyebut bahwa aksi keji tersebut merupakan bagian dari terorisme yang dilakukan oleh dua pengikut kelompok militan ISIS.

Polisi Prancis dan pasukan intervensi cepat segera melakukan penyelidikan. Kemudian seorang remaja ditahan dalam penyelidikan serangan tersebut.

Pada Selasa malam, jaksa Paris, François Molins, mengatakan salah satu penyerang telah diidentifikasi sebagai Adel Kermiche, 19, yang telah mencoba beberapa kali untuk melakukan perjalanan ke Suriah menggunakan paspor anggota keluarga.

Ia menjelaskan bahwa dua pelaku yang melakukan penyerangan keluar gereja dengan membawa tiga sandera. Satu pelaku menggunakan sabuk bom palsu. Sedangkan seorang lainnya membawa tas serupa bom waktu.

Molins menyebut bahwa polisi kemudian mencoba bernegosiasi dengan mereka, namun mereka menggunakan sandera sebagai benteng.

Ini adalah serangan terbaru yang terjadi di Perancis sejak kurang dari dua minggu terakhir. Insiden sebelumhya adalah serangan truk yang dilakukan oleh seorang pria di tengah perayaan hari Bastille di kota Nice. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya