Berita

erdogan/net

Dunia

Komitmen Turki Gabung Uni Eropa Dipertanyakan

SELASA, 26 JULI 2016 | 10:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Uni Eropa mempertanyakan komitmen Turki untuk bergabung dengan persatuan negara-negara Eropa tersebut.

Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker menyebut, pihaknya memperhatikan perkembangan situasi yang saat ini tengah berkembang di Turki pasca kudeta gagal tanggal 15-16 Juli kemarin.

Ia menyebut bahwa pihaknya serta kelompok hak asasi dan negara-negara Barat lainnya khawatir bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memanfaatkan momen kudeta gagal untuk memperketat cengkramannya pada kekuasaan.


Pasalnya, tak berapa lama pasca kudeta gagal, ia memerintahkan suspensi atau penangkapan sekitar 60 ribu tentara, polisi, hakim dan pegawai negeri.

"Saya percaya bahwa Turki, dalam kondisi saat ini, tidak dalam posisi untuk menjadi anggota (Uni Eropa) dalam waktu dekat dan bahkan periode yang lebih lama," kata Juncker di televisi Prancis France 2 seperti dilansir Reuters (Selasa, 26/7).

Juncker juga mengatakan bahwa jika Turki memperkenalkan kembali hukuman mati, maka pihaknya akan segera menghentikan proses aksesi Uni Eropa.

Turki diketahui telah menghapuskan hukuman pada tahun 2004 sebagai salah satu langkah untuk bisa bergabung dengan uni Eropa.

Namun awal pekan ini Erdogan mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan soal kemungkinan diberlakukannya kembali hukuman mati.

"Apa yang orang Turki katakan hari ini? Mereka ingin hukuman mati diperkenalkan kembali. Dan kita sebagai pemerintah harus mendengarkan apa yang orang-orang katakan," kata Erdogan.

Menanggapi komentar Juncker, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Uni Eropa tidak dapat mengancam Turki mengenai hukuman mati. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya