Berita

ilustrasi/net

Dunia

Kamboja Dukung China, ASEAN Deadlock Soal Laut China Selatan

SENIN, 25 JULI 2016 | 13:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN mengalami kebuntuan setelah Filipina mengajukan permintaan pembuatan pernyataan bersama terkait putusan hukum soal Laut China Selatan. Pasalnya, Kamboja menyatakan keberatan untuk melakukan hal tersebut.

Diketahui bahwa China mengklaim sebagian besar kepemilikan atas kawasan Laut China Selatan. Namun, sejumlah negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei juga mengklaim kepemilikan atas sebagian kawasan laut kaya sumber daya alam itu.
    
Kemudian Filipina mengajukan gugatan ke Pengadilan Arbitrase Internasional yang mengeluarkan hasil pada 12 Juli lalu dan menyebut bahwa Filipina memenangkan hukum tegas atas sengketa Laut China Selatan.


Namun China memilih untuk tidak mengakui klaim tersebut. Kamboja juga telah menyatakan sikap untuk mendukung China.

Filipina kemudian mendesak 10 negara anggota ASEAN untuk membuat pernyataan bersama mendukung klaim atas Laut China Selatan dan menentang klaim China.

Namun di meja ASEAN, Kamboja menolak untuk membuat pernyataan bersama.

Dikabarkan Reuters (Senin, 25/7), Filipina kemudian menyerahkan hal tersebut kepada komunike ASEAN untuk menemukan resolusi damai untuk sengketa di Laut China Selatan sesuai dengan hukum internasional, termasuk hukum laut PBB.

"Kami tetap prihatin tentang perkembangan terbaru dan sedang berlangsung dan mencatat keprihatinan yang diungkapkan oleh beberapa menteri pada reklamasi lahan dan eskalasi kegiatan di wilayah, yang telah mengikis kepercayaan dan keyakinan, meningkatkan ketegangan dan dapat merusak perdamaian, keamanan dan stabilitas di daerah," kata komunike ASEAN. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya