Berita

jurnalis/net

Dunia

2016 Jadi Tahun Paling Mematikan Bagi Jurnalis Di Afghanistan

RABU, 13 JULI 2016 | 12:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tahun 2016 dinilai sebagai tahun yang paling mematikan bagi jurnalis di Afghanistan.

Pasalnya, hingga Juni 2016 ini, tercatat telah ada 10 orang wartawan yang tewas ketika tengah menjalani tugasnya di Afghanistan.

Menurut catatan Komite Keselamatan Wartawan Afghanistan (AJSC), dalam temuan selama periode Januari hingga Juni tahun ini, tercatat ada sedikitnya 54 kasus kekerasan terhadap jurnalis di seluruh negeri.


Jumlah tersebut meningkat 38 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Termasuk dalam insiden itu adalah pembunuhan, penahan, intimidasi serta penyerangan terhadap jurnalis.

AJSC menyebut bahwa pemerintah Kabul bertanggungjawab atas 21 insiden kekerasn terhadap jurnalis. Sedangkan kelompok Taliban bertanggung jawab atas 16 kasus.

Namun demikian AJSC tidak memberikan rincian spesifik untuk orang-orang pemerintah yang terlibat.

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa jumlah kasus yang melibatkan Taliban telah secara drastis meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Badan tersebut juga mengatakan bahwa menyusul situasi keamanan yang semakin memburuk di Afghanistan, jumlah wartawan wanita pun semakin berkurang.

"Perempuan menjalani peran lemah dalam kepemimpinan bagian pemberitaan, menyoroti kemunduran kualitatif pertumbuhan perempuan di media," kata laporan itu

"Saat ini, kehadiran perempuan di media sebagian besar terbatas pada daerah perkotaan," kata laporan yang sama seperti dimuat Press TV (rabu, 13/7). [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya