Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May akan segera menggantikan David Cameron dalam mengemban tugas sebagai Perdana Menteri Inggris. Ia memenangkan kursi Perdana Menteri Inggris setelah rivalnya, Andrea Leadsom tiba-tiba saja mengundurkan diri dari pencalonan awal pekan ini.
Setelah duduk di kursi Perdana Menteri yang baru, wanita berusia 59 tahun itu memiliki tugas utama untuk memimpin Inggris dalam proses pengunduran diri dari Uni Eropa.
Sedianya May dan Leadsom bersaing untuk mencari dukungan dari anggota Partai Konservatif yang hasilnya akan diumumkan pada 8 September mendatang. Namun kemarin (Senin, 11/7), Leadsom tiba-tiba saja mengundurkan diri setelah kampanyenya dirundung komentar-komentar negatif.
May sendiri mengaku terhormat mendapatkan posisi Perdana Menteri.
"Saya merasa terhormat telah dipilih oleh Partai Konservatif untuk menjadi pemimpinnya," kata May.
Ia berjanji bahwa dirinya akan memimpin Inggris dalam proses pengunduran diri dari Uni Eropa, atau dikenal dengan istilah Brexit, dengan baik.
"Brexit berarti Brexit, dan kita akan membuat keberhasilan itu," tegasnya seperti dimuat
Reuters.
May sendiri diketahui akan menggantikan David Cameron yang telah menjabat sejak tahun 2010 lalu. Cameron mengundurkan diri dari jabatannya setelah hasil ferendum Brexit keluar pada akhir bulan lalu di mana masyarakat Inggris memutuskan agar Inggris keluar dari Uni Eropa. Sedangkan Cameron merupakan sosok yang gencar mengkampanyekan agar Inggris bertahan di Uni Eropa.
Sejumlah pengamat memprediksi bahwa keluarnya Inggris dari kelompok 28 negara Eropa itu menciptakan ketidakpastian besar atas perdagangan dan investasi, serta mengguncang pasar keuangan. Hal itu menjadi tugas tersendiri bagi Perdana Menteri Inggris selanjutnya.
Sebelumnya, David Cameron mengatakan bahwa ia akan memimpin rapat kabinetnya untuk terakhir kali pada hari ini (Selasa, 12/7). Kemudian esok hari, ia akan berbicara di parlemen untuk kemudian mengajukan pengunduran dirinya kepada Ratu Elizabeth.
"Jadi kita akan memiliki perdana menteri baru pada Rabu malam," katanya.
Bila telah resmi menduduki kursi Perdana Menteri Inggris maka May akan menjadi Perdana Menteri Inggris wanita kedua setelah Margaret Thatcher.
[mel]