Berita

salva kiir/net

Dunia

Korban Tewas Berjatuhan Di Perayaan Kemerdekaan Sudan Selatan

MINGGU, 10 JULI 2016 | 14:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jalan-jalan di ibukota Sudan Selatan, Juba telah berubah menjadi saksi bisu pertepuran berdarah yang terjadi pada malam ulang tahun kemerdekaan kelima negara tersebut pekan ini.

Dalam insiden tersebut, sedikitnya 150 orang tentara tewas.

"Jumlah korban adalah lebih dari 150 tewas," kata Roman Nyarji, juru bicara pemimpin pemberontak.


Insiden berdarah tersebut bermula pada Jumat malam waktu setempat (7/7) saat Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan wakilnya yang merupakan oposisi Riek Macha bertemu di Istana Presiden di Juba.

Mulanya, insiden diawali oleh perselisihan antara pengawal Kiir dan Macha. Perselisihan kemudian meletus menjadi pertempuran senjata setengah jam kemudian. Semula hanya melibatkan senjata laras pendek, namun kemudian meluas dengan melibatkan senapan mesin dan artileri.

Jumlah pasti korban tewas belum bisa dipastikan, namun dimuat AFP, korban tewas setidaknya 150 orang tentara yang merupakan pengawal presiden dan wakilnya.

Kiir dan Machar sendiri menyebut insiden tersebut merupakan kejadian kurang beruntung.

"Membuat Sudan Selatan yang mulia hanya akan terjadi jika kita melihat diri kita terlebih dahulu daripada suku atau politik kelompok Sudan Selatan," katanya.

Dia menambahkan bahwa semua orang di Sudan Selatan harus "menggunakan keragaman budaya yang kaya kita sebagai sumber persatuan kita".

Untuk diketahui, Sudan Selatan sendiri merupakan negara baru yang memerdekakan diri dari Sudan sejak tahun 2011 lalu.

Namun pasca memerdekakan diri, Sudan Selatan justru diliputi konflik politik disertai kekerasan, terutama terkait dengan perebutan kekuasaan antara Kiir dan wakilnya yang menjadi oposisi. Bukan hanya itu, Sudan Selatan pun diliputi masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Konflik sipil meletus sejak 2013 lalu. Kemudian upaya damai pun dilakukan pada Agustus 2015 dengan kesepakatan. Namun kesepakatan damai tersebut agaknya tidak berjalan mulus sehingga menyebabkan konflik kembali meletus. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya