Berita

kolombia/net

Dunia

Gencatan Senjata, Kolombia Selangkah Menuju Perdamaian

JUMAT, 24 JUNI 2016 | 09:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Kolombia dan kelompok pemberontak FARC secara resmi menandatangani perjanjian gencatan senjata bersejarah di Havana, Kuba pada Kamis (23/6).

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Presiden Kolombian Juan Manuel Santos dan pemimpin FARC Rodrigo Londono dengan disaksikan oleh Presiden Kuba, Raul Castro.

Poin-poin yang disepakati antara kedua belah pihak, seperti dimuat BBC, antara lain adalah komitmen bahwa FARC akan melucuti senjatanya selama kurun waktu 180 hari ke depan, pembentukan zona serta kamp transisi sementara bagi sekitar 7.000 pasukan FARC, ketentuan bahwa tidak ada warga sipil yang diijinkan masuk ke kamp-kamp FARC demi menjamin keamanan pemberontak, serta ketentuan bahwa badan monitor PBB akan menerima semua senjata yang dimiliki oleh FARC.


Perjanjian gencatan senjata itu dibentuk setelah tiga tahun pembicaraan damai yang digelar di Havana Kuba.

Dengan perjanjian gencatan senjata tersebut, maka Kolombia selangkah lebih dekat dengan kesepakatan akhir untuk mengakhiri konflik yang telah terjadi sejak tahun 1960an itu.

"Semoga ini menjadi hari terakhir perang," kata Rodrigo Londono usai berjabat tangan dengan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos pada upacara di Havana.

Ucapan bahagia juga diutarakan oleh Santos pada kesempatan yang sama.

"Ini berarti tidak lebih dan tidak kurang merupakan akhir FARC sebagai kelompok bersenjata," tutur Santos seperti dimuat BBC.

Pemberontakan kelompok FARC sendiri berakar dari masalah ketidaksetaraan sosial ekonomi yang terjadi di kawasan Amerika Latin pada sekitar tahun 1960an. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya