Berita

ilustrasi/net

Dunia

Survei: Makanan Halal Rumah Sakit Di Korea Selatan Belum Memuaskan

KAMIS, 23 JUNI 2016 | 11:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rata-rata warga Muslim dari Timur Tengah yang mengunjungi Korea Selatan untuk tujuan medis tidak merasa puas dengan kualitas makanan halal yang disediakan oleh rumah sakit setempat.

Hal itu tercermin dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Industri Kesehatan Korea yang dirilis Kamis (23/6).

Dalam survei tersebut ditemukan bahwa sepanjang tahun lalu, pasien Muslim dari kawasan Timur Tengah memberikan nilai rendah bagi rumah sakit lokal terkait dengan makanan halal yakni 78,05 dari skor penuh 100. Umumnya, para pasien tersebut merasa tidak nyaman saat makan dan karena keterbatasan menu halal.


"Korea Selatan tidak memiliki makanan halal beragam dan ada kesulitan dalam membeli bahan yang diperlukan," kata lembaga tersebut.

"Ada kebutuhan untuk melakukan diversifikasi makanan halal dengan mendirikan jaringan informasi tentang restoran dan toko-toko halal," sambung penyataan itu seperti dimuat Yonhap.

Selain melakukan survei terkait makanan halal. Survei tersebut juga meliputi tujuh layanan non-medis lainnya, antara lain adalah terjemahan, transportasi umum dan akomodasi. Dari survei tersebut, hanya sektor makanan halal yang mendapatkan skor terendah. Sedangkan sektor lainnya mendapat penilaian di atas 80.

Sepanjang tahun 2015 lalu, menurut lembaga itu. ada 6.101 pasien dari Timur Tengah yang mengunjungi Korea. Angka tersebut meningkat 11,2 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sebagian besar pasien berasal dari Uni Emirat Arab (2.946 orang), Arab Saudi (1.215), dan Mesir (411).

Dengan semakin meningkatnya jumlah pasien dari Timur Tengah, sejumlah rumah sakit terkemuka di negeri gingseng terus berupaya untuk mengakomodir kebutuhan mereka dengan menyediakan makanan halal.

Korea Selatan sendiri diketahui saat ini tengah berupaya untuk lebih ramah terhadap wisatawan Muslim. Pada April lalu saja, Organisasi Pariwisata Korea menegaskan akan mendorong upaya mengadopsi sertifikat ramah Muslim untuk restoran lokal di mana pengunjung bisa dilayani dengan makanan halal. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya