Berita

ilustrasi/net

Dunia

Zika Menyebar, Permintaan Aborsi Melonjak

KAMIS, 23 JUNI 2016 | 09:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penyebaran virus Zika di kawasan Amerika Latin menyebakan terjadinya lonjakan jumlah aborsi.

Menurut para peniliti, terjadi peningkatan besar jumlah perempuan di Amerika Latin yang ingin melakukan aborsi. Mereka khawatir terlah tertular virus Zika yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Virus tersebut diketahui bisa menyebabkan kelainan otak pada bayi yang baru lahir bila diidap oleh ibu hamil.

Dikabarkan BBC (Rabu, 22/6), penelitian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine itu dilakukan dengan menganalisis ribuan permintaan aborsi yang diterima oleh Women on Web lima tahun sebelum peringatan Zika dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Pan Amerika pada 17 November 2015 lalu.


Analisis itu dilakukan untuk memprediksi seberapa banyak permintaan aborsi diduga terjadi antara kurun waktu 17 November 2015 hingga 1 Maret 2016.

Hasilnya, ditemukan ada lonjakan permintaan aborsi di kawasan Amerika Latin. Peningkatan permintaan aborsi dua kali lipat di Brasil dan Ekuador.

Dr Catherine Aiken, salah seorang peneliti dari Universitas Cambridge mengatakan bahwa pemerintah negara-negara di kawasan Amerika Latin menyerukan agar perempuan menunda kehamilan demi menghindari kelahiran bayi cacat akibat Zika.

"Saran untuk menunda kehamilan menyisakan ketakutan, kecemasan dan kepanikan," kata Aiken.

Sementara itu Abigail Aiken, asisten profesor dari University of Texas di Austin, mengatakan bahwa data yang akurat terkait permintaan aborsi di Amerika Latin sulit diperoleh.

"Karena banyak wanita yang kemungkinan telah menggunakan metode tidak aman atau mengunjungi pelayanan aborsi ilegal," tandasnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya