Berita

presiden dilma/net

Dunia

Presiden Dituding Terlibat Dalam Skandal Mega Korupsi

MINGGU, 20 MARET 2016 | 10:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Brasil Dilma Rousseff dan pendahulunya, Lula da Silva dituding tahu dan terlibat dalam skandal korupsi terbesar di negara tersebut.

Tudingan itu dilayangkan oleh seorang senator bernama Delcidio do Amaral. Dalam sebuah wawancara dengan majalah mingguan, ia menyebut bahwa kampanye Presiden tahun 2010 dan 2014 dibiayai oleh dana dari skema korupsi.

Kata Amaral, Lula menegosiasikan penunjukan direksi di Petrobras atas nama partai politik dan menggunakan pengaruh mereka atas


Menurut senator, Lula dinegosiasikan penunjukan direksi di perusahaan minyak negara Petrobras atas nama partai politik. Ia kemudian memanfaatkan itu untuk membiayai kampanye

"Lula menegosiasikan langsung untuk pengangkatan direksi di Petrobras dan tahu bagaiaman partai menggunakan mereka, teruatam dalam pembiayaan kampanye," kata Amaral.

"Dilma kemudian mewaris dan manfaat dari skema, yang juga membiayai kampanye politiknya. Dilma juga tahu tentang segala sesuatunya," sambun Amaral.

Skandal Petrobras itu sendiri diketahui tengah menjadi polemik di Brasil yang menjadikan negara tersebut mengalami krisis politik mendalam di tengah sejumlah permasalahan lainnya, seperti resesi ekonomi dan wabah Zika.

Dikabarkan Reuters, kantor kepresidenan membantah keterlibatan Dilma dalam kasus tersebut. Sedangkan juru bicara untuk Lula juga menolak tudingan tersebut dan menilai bahwa Amaral tidak memiliki bukti legal atas pernyataannya itu. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya