Berita

turki/net

Dunia

AS, Israel dan Iran Satu Suara Kecam Teror Di Istanbul

MINGGU, 20 MARET 2016 | 08:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mengecam keras serangan bom bunuh diri yang terjadi di pusat perbelanjaan di Istanbul Turki yang terjadi pada Sabtu (19/3).

"Amerika Serikat menyampaikan solidaritas dengan sekutu NATO kita di Turki dalam memerangi ancaman terorisme bersama," kata juru bicara Kementerian Luar negeri Amerika Serikat John Kirby.

"Serangan brutal ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian kekerasan yang menargetkan orang-orang tak bersalah di Turki," sambungnya.


Serangan itu sendiri diketahui menewaskan lima orang dan melukai 36 orang lainnya. Satu di antara korban tewas merupakan pelaku bom bunuh diri. Korban lainnya merupakan warga negara Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengklaim serangan tersebut.

Selain Amerika Serikat, kecapan serupa datang dari Israel.

"Ada informasi bahwa itu adalah serangan yang dilakukan oleh anggota ISIS, tapi ini adalah informasi awal, kami masih memeriksa itu," begitu kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara Iran, melalu Menteri luar Negeri Mohammad Javad Zarif menyebut bahwa Istanbul tengah menghadapi wajah buruk terorisme saat ini.

Serangan di kota terbesar di Turki itu terjadi hanya selang beberapa hari dari setangan yang terjadi di Ankara. Dalam serangan bom bunuh diri itu, kelompok militan Kurdi telah mengklaim bertanggungjawab. Di antara korban tewas dalam serangan di Ankara adalah sejumlah warga Jerman.

Akibatnya, Kedutaan Besar Jerman dan Konsulatnya, baik di Ankara maupun di Istanbul ditutup. Sekolah Jerman di negara itu pun ditutup karena adanya indikasi soal kemungkinan serangan lanjutan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya