Berita

korea utara/net

Dunia

Ada Indikasi Ancaman Ke Pimpinan Tertinggi, Korut Siap Kerahkan Sarana Nuklir

KAMIS, 17 MARET 2016 | 19:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Latihan militer gabungan besar-besaran yang dilakukan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat di Semenjung Korea semakin agresif dan bahkan telah bersiap untuk melakukan operasi darat.

"Korea Selatan dan Amerika Serikat berfokus pada serangan presisi terhadap kepeimpinan tertinggi utara dan fasilitas nuklir dan rudal serta fasilitas inti lainnya di saat darurat," begitu keterangan yang disampaikan oleh Korean Committee for Solidarity with the World People yang diterima redaksi.

Sehubungan dengan situasi tersebut, pemerintah, partai politik dan sejumlah organisasi di Korea Utara mengeluarkan pernyataan khusus pada Rabu (16/3).


"Pernyataan khusus mengutip Hukum Negara Korea Utara menyatakan bahwa dalam kasus di mana kepemimpinan tertinggi terancam, semua sarana serangan termasuk nuklir akan dikerahkan untuk melaksanakan serangan pendahuluan terhadap negara-negara dan benda yang secara langsung atau tidak langsung terlibat," sambung keterangan tersebut.

Latihan militer gabungan yang dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat sendiri mulai dilakukan sejak 7 Maret lalu. Latihan yang rencananya akan dilakukan selama sekitar dua bulan itu merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan di Semenanjung Korea.

Latihan gabungan itu, melibatkan bukan hanya 17 ribu pasukan Amerika Serikat dan 300.000 pasukan Korea Selatan, tapi juga sederat armada tempur canggih. Termasuk di dalam armada tempur canggih yang dilibatkan dalam latihan militer gabungan itu adala termasuk kapal induk bertenaga nuklir John C. Stennis, pembom strategis B-52 dan B-2, jet tempur siluman F-22, F-15K dan KF-16.

Maka tak heran bila Korea Utara merasa terancam atas latihan gabungan tersebut dan menilai bahwa latihan itu sebagai bentuk provokasi. Lebih-lebih, latihan gabungan dilakukan menyusul sanksi baru yang duterapkan oleh PBB menyusul uji coba bom hidrogen Januari lalu dan peluncuran satelit bumi Februari kemarin. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya