Berita

donald trump/net

Dunia

Kemenangan Trump Dalam Pemilu AS Masuk Daftar 10 Resiko Global

KAMIS, 17 MARET 2016 | 13:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bila miliuner Donald Trump berhasil memenangkan kursi nomor satu Amerika Serikat, maka berpotensi muncul resiko politik, ekonomi dan keamanan yang harus dihadapi dunia.

Begitu hasil riset yang dilakukan perusahaan riset Economist Intelligence Unit (EIU). Riset tersebut terkait dengan 10 resiko yang dihadapi dunia. Masuk menjadi salah satu di antaranya adalah bila Trump menang di pemilu Presiden Amerika Serikat.

Kemanangan Trump dinilai berpotensi mengganggu perekonomian global dan meningkatkan resiko politik serta keamanan di negeri paman Sam.


"Sejauh ini Trump telah memberikan sedikit rincian kebijakan, dan ini cenderung rentan terhadap revisi konstan," kata EIU dalam penilaian risiko global, yang terlihat pada dampak dan probabilitas.

Dengan menggunakan skala 1 sampai 25, dalam peringatkan EIU, kemenangan Trump dalam pemilu Amerika Serikat menempati angka 12 yang artinya cukup beresiko.

"Dia (Trump) telah sangat bermusuhan terhadap perdagangan bebas, termasuk terutama NAFTA (Perjanjian Perdagangan bebas Amerika Utara) dan telah berulang kali melabeli China sebagai manipulator mata uang," begitu penjelasan EIU seperti dimuat BBC (Kamis, 17/3).

Selain itu, dalam bidang keamanan, komentar serta sikap Trump yang ditunjukkan selama kampanye berpotensi memperburuk situasi keamanan, bukan hanya di lingkup Amerika Serikat, tapi juga di lingkup internasional.

"Kecenderungan militeristiknya terhadap Timur Tengah dan larangan semua wisata Muslim ke Amerika Serikat akan menjadi alat rekrutmen ampuh untuk kelompok jihad, meningkatkan ancaman mereka baik di dalam wilayah ini dan sekitarnya," tambah EIU.

Selain kemenangan Trump, sejumlah isu lainnya yang masuk dalam 10 daftar resiko yang harus dihadapi dunia versi EIU adalah intervensi Rusia di Ukraina dan Suriah yang dinilai bisa membentuk situasi Perang Dingin yang baru, meningkatnya ancaman terorisme mengganggu stabilitas ekonomi global, serta rencana pemungutan suara terkait dengan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya