Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/net

Dunia

Presiden Turki: Terorisme Perlu Didefinisikan Ulang

SELASA, 15 MARET 2016 | 13:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perlu mendefinisikan kembali soal apa itu terorisme.

Ia menyebut, terorisme saat ini tidaklah harus selalu merujuk pada pihak yang memegang bom atau senjata dan menyerang orang lain. Kata Erdogan, mereka yang mendukung aksi terorisme harus juga disebut sebagai teroris.

"Teroris memegang senjata atau bom serta mereka yang menggunakan posisi serta pena mereka mereka untuk melayani tujuan teroris," kata Erdogan seperti dimuat BBC (Selasa, 15/3).


Erdogan menegaskan bahwa definisi tersebut bisa mencakup jurnalis, anggota parlemen atau aktivis yang mendukung kegiatan teror.

Pernyataan itu dilontarkan Erdogan menyusul serangan teror yang lagi-lagi menyerang ibukota Turki Ankara yang menewaskan 37 orang.

Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengklaim serangan tersebut.

Kendati demikian, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyebut bahwa hasil penyelidikan sejauh ini, hampir pasti tuduhan dilontarkan kepada Partai Pekerja Kurdhistan (PKK) yang dilarang.

Davutoglu menyebut bahwa sejauh ini 11 orang telah ditangkap terkait dengan serangan terseut.

"Ini sangat serius, hampir pasti indikasi menunjuk kepada organisasi separatis teror tersebut," ujarnya.

Empat dari mereka diamankan di kota selatan-timur Sanliurfa. Pasalnya, mobil yang digunakan dalam pemboman tersebut diduga berasal dari showroom di kota tersebut.

Sementara itu belum diketahui dengan pasti identitas pelaku pemboman bunuh diri akhir pekan lalu. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya