Berita

ilustrasi/net

Dunia

Cegah Budak Seks Hamil, ISIS Gunakan Sejumlah Metode Kontrasepsi

MINGGU, 13 MARET 2016 | 12:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militan ISIS kabarnya menggunakan sejumlah bentuk kontrasepsi untuk menjaga para wanita agar tetap bisa menjadi budak seks.

Begitu laporan yang dirilis oleh New York Times akhir pekan ini seperti dikutip Reuters.

Dalam laporan tersebut ditemykan bahwa militan-militan ISIS menggunakan kontrasepsi baik oral maupun suntik untuk memastikan bahwa para wanita yang menjadi korban pelampiasan nafsu mereka tidak hamil sehingga bisa terus melayani para militan lainnya.


Laporan tersebut dibuat setelah dilakukan wawancara dengan puluhan wanita Yazidi yang melarikan diri dari ISIS.

"Setidaknya dalam satu kasus, seorang wanita dipaksa untuk melakukan aborsi agar bisa kembali melakukan hubungan seksual," begitu isi laporan tersebut.

Kelompok Yazidi sendiri dinilai oleh ISIS sebagai musuh karena mengandung unsur Kristen, Zoroastrianisme dan Islam.

Sampai akhir tahun lalu, sekitar 5.000 pria dan wanita Yazidi ditangkap oleh ISIS sejak musim panas 2014. Sekitar 2.000 di antaranya berhasil melarikan diri dari ISIS.

Dalam laporan yang sama, dengan mengutip seorang ginekolog yang melakukan pemeriksaan, ada lebih dari dari 700 warga Yazidi mengaku menjadi korban pemerkosaan militan ISIS. Mereka pergi ke klinik-klinik yang didukung PBB di Irak. Dari ratusan wanita Yazidi yang melapor, hanay sekitar 5 persen yang diketahui telah hamil selama menjadi korban ISIS. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya