Berita

ilustrasi konflik libya/net

Dunia

Pemerintah Persatuan Libya Mulai Perkuat Kewenangan

MINGGU, 13 MARET 2016 | 11:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dewan Kepresidenan Libya yang didukung PBB menyerukan agar institusi-institusi negara memulai transfer kewenangan kepada pemerintah persatuan.

Dewan Kepresidenan sendiri merupakan lembaga yang dibangun untuk bertugas membimbing transisi politik demi mengakhiri kekacauan serta konflik bersenjata yang melanda Libya.

Konflik tersebut bermula sejak jatuhnya pemimpin Muammar Gaddafi pada tahun 2011 lalu. Kemudian sejak tahun 2014, Libya memiliki dua pemerintahan yang berkompetisi.


Demi mengakhiri kebuntuan politik maka dibangunlah Dewan Kepresidenan Libya yang saat ini berbasis di Libya. Awal tahun ini, dewan tersebut menominasikan pemerintahan persatuan.

Dalam pernyataan yang dirilis akhir pekan ini, seperti dimuat Reuters, Dewan Kepresidenan Libya menyerukan semua lembaga negara dan masyarakat Libya serta badan keuangan untuk segera mulai berkomunikasi dengan pemerintah persatuan untuk menyerahkan kekuasaan secara damai dan tertib.

"Dewan Presiden juga menyerukan kepada masyarakat internasional dan organisasi-organisasi internasional dan regional untuk berhenti berurusan dengan kekuasaan eksekutif yang tidak mengikuti pemerintah persatuan," tegasnya.

Kesepakatan untuk membuat pemerintah persatuan sendiri ditandatangani dengan dukungan Libya terbatas di Maroko pada bulan Desember kemarin. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya