Berita

Oliver Bridgeman/net

Dunia

Jadi Pekerja Kemanusiaan Di Suriah, Paspor Remaja Australia Ini Dicabut

MINGGU, 13 MARET 2016 | 11:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang remaja asal Queensland Australia mengaku kecewa akibat keputusan pemerintah Australia yang mencabut paspornya bulan lalu.

Pencabutan paspor itu dilakukan karena remaja bernama Oliver Bridgeman itu dinilai sebagai bagian dari kelompok teroris oleh pemerintah Australia. Akibatnya, ia tertahan di Suriah dan tidak bisa kembali ke negaranya.

Kekecewaan Bridgeman atas keputusan tersebut disampaikanya dalam sebuah wawancara akhir pekan ini.


Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di Suriah sejak Mei tahun lalu adalah untuk melakukan misi kemanusiaan yakni membantu mendistribusikan pasokan bantuan ke kamp-kamp pengungsi dan anak-anak.

Selama menjalani misinya, ia kerap memposting foto kegiatannya di akun Facebook miliknya. Ia kerap mendistribusikan obat-obatan, makanan dan kebutuhan hidup lainnya ke lokasi pedesaan dekat perbatasan Turki dengan Suriah. Ia juga kerap memposting dan menekankan bahwa ia tidak terlibat dengan organisasi teroris apapun.

Karena itulah ia mengaku terkejut dan kecewa ketika pemeirntah Australia mencabut paspornya atas tuduhan keterlibatan dengan kelompok teror. Ia menggambarkan hal tersebut sebagai sesuatu yang teramat konyol.

"Pada dasarnya, hal itu ada hubungannya dengan pekerjaan bantuan saya," katanya.

Sebelumnya, pemerintah Australia memang mengeluarkan aturan ketat bagi warga negaranya yang melakukan perjalanan ke daerah konflik.

Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton bulan lalu menekankan bahwa pihaknya akan mencabut paspor warga Australia yang bepergian ke zona konflik di Timur Tengah.

"Orang yang pergi ke zona konflik, meski memiliki tujuan baik, pada akhirnya bisa memicu kesedihan dan stres pada keluarga mereka sendiri," kata Dutton.

"Ini adalah hal yang harus terlebih dahulu direnungkan sebelum mereka pergi," tegasnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya