Berita

ilustrasi/net

Dunia

18 Bulan Terakhir, Lebih Dari 1.000 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Pimpinan AS

KAMIS, 10 MARET 2016 | 17:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari 1.000 warga sipil telah tewas dalam serangan udara yang dipimpin oleh Amerika Serikat di Irak dan Suriah selama kurun waktu 18 bulan terakhir.

Begitu keterangan yang dirilis oleh kelompok monitoring serangan udara Airways pada Rabu (9/3).

Serangan udara pimpinan Amerika Serikat sendiri dilakukan di wilayah konflik dengan manargetkan kelompok militan ISIS.


Angka korban sipil yang dirilis Airways itu cukup mencengangkan karena 50 kali lipat lebih banyak dari jumlah kematian yang diakui oleh koalisi.

"Saya merasa menjadi saksi tak berdaya atas 1.000 korban tak berdosa yang dibunuh oleh serangan udara koalisi di Irak dan Suriah selama 18 bulan terakhir," kata analis Airways Latif Habib seperti dimuat Press TV.

Dalam analisis yang sama ditemukan bahwa setidaknya ada 352 kejadian terkait koalisi yang mengarah ke korban sipil. Berdasarkan laporan publik yang kredibel ada setidaknya 1004 orang warga sipil yang tewas di antara 1.419 orang yang tewas dalam serangan udara pimpinan Amerika Serikat tersebut.

Amerika Serikat sendiri telah melancarkan serangan udara demi menekan ISIS sejak September 2014 lalu tanpa ada persetujuan baik dari Suriah maupun PBB. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya