Berita

ilustrasi/net

Dunia

Korut: Latihan Gabungan AS-Korsel Picu Potensi Perang Nuklir

KAMIS, 10 MARET 2016 | 14:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Saat Korea Utara tengah menjadi sorotan masyarakat dunia terkait program nuklirnya beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat dan Korea Selatan, di sisi lain, mempersiapkan latihan besar-besaran di Semenanjung Korea.

Menurut keterangan Komisi Pertahanan Nasional (NDC) serta Kementerian Luar Negeri Korea Utara, kedua negara sekutu tersebut sejak awal Maret ini telah mempersiapkan latihan perang militer agresif bersama yang disebut dengan "Key Resolve" dan "Foal Eagle 16". Latihan militer gabungan tersebut dinilai justru menodorong situasi di Semenanjung Korea ke jurang perang nuklir.

Pasalnya, dalam latihan tersebut, sebanyak 300.000 pasukan Korea Selatan dan 27.000 pasukan Amerika Serikat dilibatkan. Bukan hanya itu, satelit serta armada militer lainnya seperti satgas pembawa nuklir USS,  kelompok persiapan pendaratan USS Bonhomie Richard, pembom strategis nuklir B-52 dan B-2, jet tempur siluman F-22A, serta armada pra-peralatan bongkar kapal perang dan semua senjata mematikan Amerika untuk perang nuklir.


Di tengah situasi yang memanas saat ini, Korea Utara melalui NDC menekankan tiga sikap tegasnya dalam menghadapi situasi saat ini.

"Seluruh personil pelayanan serta masyarakat Korea utara akan meluncurkan serangan umum untuk melawan hiruk pikuk Amerika Serikat beserta pasukannya dengan segala cara yang memungkinkan. Pasalnya, mereka sangat ingin memulai perang nuklir dengan secara terang-terangan melanggar batas kedaulatan dan keamanan negara yang bermartabat," kata keterangan NDC tersebut seperti diterima redaksi.

Sikap kedua, sambung pernyatan tersebut, Korea Utara akan mengadopsi mode serangan yang berorientasi pada respons preemptive untuk menghadapi serangan dan melawan musuh.

"Negara memiliki mode berbasis Juche terkait dengan respon militer yang dapat digunakan untuk membela tanah air dari setiap agresi," sambung pernyataan tersebut.

Sedangkan sikap ketiga yang hendak ditekankan oleh NDC dalam pernyataan itu adalah, Korea Utara tak gentar mengobarkan perang bila ditemukan indikasi dari pihak musuh terkait upaya penggulingan pemimpin Korea Utara.

"Korea Utara memiliki rencana operasi gaya militer sendiri yang telah disetujui oleh pimpinan tertinggiuntuk membebaskan Korea selatan dan menyerang wilayah Amerika Serikat," tegas NDC.

Situasi di Semenanjung Korea sendiri saat ini bermula dari sikap Korea Utara yang melakukan uji coba bom hidrogen Januari lalu serta meluncurkan satelit obeservasi bumi pada Februari kemarin. Namun Amerika Serikat dan sekutunya menilai bahwa hal tersebut sebagai ancaman sehingga mendesak PBB untuk kembali memperketat sanksi kepada Korea Utara. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya